PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

KELOMPOK 3 

Alvin Wijaya (23231040)
Debetio Junivo (23231048)


PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

Pertumbuhan dan Perkembangan (IPA SMP)

1. Pengertian

  • Pertumbuhan adalah proses biologis yang terjadi pada makhluk hidup yang ditandai dengan bertambahnya ukuran fisik, seperti tinggi, berat, volume, dan jumlah sel. Pertumbuhan menunjukkan adanya peningkatan ukuran secara permanen, yang disebabkan oleh pembelahan dan pembesaran sel-sel tubuh. Proses ini berlangsung secara alami seiring waktu dan terjadi sejak makhluk hidup masih dalam tahap awal kehidupan hingga mencapai kedewasaan. Pertumbuhan bersifat kuantitatif, artinya dapat diukur secara nyata menggunakan satuan tertentu, seperti sentimeter (cm) untuk tinggi, kilogram (kg) untuk berat, atau mililiter (mL) untuk volume. Karena itu, pertumbuhan dapat diamati dan dicatat secara objektif melalui pengukuran. Selain itu, pertumbuhan juga bersifat irreversibel, artinya perubahan yang terjadi tidak dapat kembali ke keadaan semula. Misalnya, seorang anak yang tinggi badannya sudah bertambah tidak akan kembali menjadi pendek seperti sebelumnya secara alami.

  • Perkembangan adalah proses perubahan yang terjadi pada makhluk hidup menuju kematangan fungsi organ, baik dari sisi fisik, mental, emosional, maupun sosial. Tidak seperti pertumbuhan yang hanya berkaitan dengan perubahan ukuran tubuh, perkembangan mencakup peningkatan kemampuan dan fungsi organ tubuh serta aspek psikologis, seperti kecerdasan, perilaku, kemampuan berpikir, berbicara, serta bersosialisasi. Perkembangan bersifat kualitatif, artinya tidak selalu dapat diukur secara pasti dengan angka, tetapi dapat diamati melalui perubahan kemampuan atau tingkah laku. Misalnya, seorang anak yang mulai bisa berjalan, berbicara, atau menunjukkan empati kepada orang lain adalah contoh nyata dari perkembangan. Seperti halnya pertumbuhan, perkembangan juga bersifat irreversibel, yaitu tidak dapat kembali ke kondisi semula. Setelah seseorang mengalami kemajuan dalam aspek kemampuan berpikir atau bersosialisasi, ia tidak akan kembali menjadi tidak mampu seperti sebelumnya, kecuali karena gangguan atau penyakit tertentu.

2. Ciri-Ciri Pertumbuhan

  • Bertambah tinggi dan berat badan : Pertumbuhan ditandai dengan perubahan ukuran tubuh secara fisik, seperti meningkatnya tinggi dan bertambahnya berat badan. Hal ini merupakan hasil dari pembesaran dan pertambahan jumlah sel dalam tubuh. Misalnya, seorang anak yang semula memiliki tinggi 120 cm, bisa tumbuh menjadi 150 cm dalam beberapa tahun.

  • Pembelahan dan perbanyakan sel : Pertumbuhan terjadi karena adanya aktivitas pembelahan sel (mitosis) yang menghasilkan sel-sel baru. Sel-sel tersebut kemudian mengalami pembesaran dan meningkatkan volume jaringan tubuh. Inilah dasar biologis dari bertambahnya ukuran tubuh makhluk hidup.

  • Terjadi pada semua makhluk hidup : Semua makhluk hidup baik manusia, hewan, maupun tumbuhan mengalami pertumbuhan sebagai bagian dari siklus hidupnya. Contohnya, biji tanaman yang tumbuh menjadi pohon, atau anak kucing yang tumbuh menjadi kucing dewasa.

  • Dapat diukur (contoh: tinggi badan dalam cm) : Pertumbuhan bersifat kuantitatif, artinya dapat diukur dan dinyatakan dalam angka. Misalnya, tinggi badan seseorang dapat diukur dalam satuan sentimeter (cm), berat badan dalam kilogram (kg), atau volume tubuh dalam liter. Hal ini membedakan pertumbuhan dari perkembangan yang bersifat kualitatif.

3. Ciri-Ciri Perkembangan

  • Meningkatnya kemampuan fungsi organ : Perkembangan ditandai dengan peningkatan kemampuan dan koordinasi fungsi organ tubuh. Contohnya, seorang bayi yang awalnya hanya bisa menggenggam, kemudian berkembang menjadi mampu memegang benda, merangkak, berjalan, dan akhirnya berlari. Ini menunjukkan adanya peningkatan fungsi otot, saraf, dan sistem gerak secara keseluruhan.

  • Kematangan sistem reproduksi : Salah satu ciri penting perkembangan pada manusia adalah kematangan alat dan fungsi reproduksi, yang biasanya terjadi saat memasuki masa pubertas. Pada masa ini, tubuh mulai memproduksi hormon-hormon tertentu yang menandai kesiapan sistem reproduksi untuk berfungsi, seperti munculnya menstruasi pada perempuan dan mimpi basah pada laki-laki.

  • Terjadi bersamaan dengan pertumbuhan : Perkembangan berlangsung seiring dengan pertumbuhan fisik. Keduanya saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Misalnya, saat anak bertambah tinggi (pertumbuhan), ia juga mulai bisa berpikir lebih logis dan memahami emosi orang lain (perkembangan). Dengan kata lain, seiring tubuh membesar, kemampuan mental, emosional, dan sosial juga ikut berkembang.

4. Faktor yang Mempengaruhi

    Faktor internal

1. Genetik : Sifat-sifat yang diturunkan dari orang tua kepada anak, termasuk tinggi badan, bentuk tubuh, warna kulit, dan kecepatan pertumbuhan, semuanya ditentukan oleh gen. Setiap individu memiliki potensi pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda-beda berdasarkan informasi genetik yang dimilikinya. 

2. hormon : Hormon adalah zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar endokrin dalam tubuh dan berfungsi untuk mengatur berbagai proses biologis. Contohnya, hormon pertumbuhan (growth hormone) memengaruhi tinggi badan, sedangkan hormon estrogen dan testosteron memengaruhi perkembangan ciri-ciri seksual sekunder saat pubertas.

    Faktor eksternal

1. Nutrisi (asupan gizi) : Asupan makanan yang cukup dan bergizi sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan. Kekurangan gizi dapat menghambat pertumbuhan fisik dan juga perkembangan otak serta kemampuan belajar.

2. Lingkungan : Lingkungan yang sehat, aman, dan mendukung (misalnya suasana keluarga yang harmonis dan pendidikan yang baik) akan membantu perkembangan mental dan emosional anak. Sebaliknya, lingkungan yang penuh stres atau kekerasan dapat menghambat perkembangan.

3. Olahraga dan aktivitas fisik : Aktivitas fisik yang cukup membantu merangsang pertumbuhan otot dan tulang serta menjaga kesehatan tubuh. Olahraga juga bermanfaat bagi perkembangan motorik dan sosial anak.

4. Kesehatan : Kondisi kesehatan umum sangat memengaruhi proses tumbuh kembang. Anak yang sering sakit, misalnya karena infeksi atau penyakit kronis, cenderung mengalami hambatan pertumbuhan dan perkembangan.


5. Contoh

  • Pertumbuhan: Seorang anak bertambah tinggi dari 120 cm menjadi 135 cm.

  • Perkembangan: Anak mulai bisa berbicara dengan lancar atau sudah mengalami pubertas.


Berikut sedikit bahan bacaan untuk ananda bisa jadika sebagai pedoman


Silahkan ananda kerjakan Quiz dibawah ini
klik link berikut untuk mengikuti quiz nya ya ananda!!


Vidio Pembelajaran Pertumbuhan dan Perkembangan


Silahkan ananda kerjakan teka-teki silang dibawah ini 
klik link dibawah untuk mengerjakan teka-teki silangnya



Berikut E-Book untuk bahan bacaan





Komentar

  1. Saya Suci Widya Sari perwakilan dari kelompok 5 ingin memberikan saran kepada kelompok 1 yaitu:
    "Sebaiknya perataan pada kalimat bisa di rapikan lagi, sesuai dengan ikon yang sudah di sediakan, kemudian pada materi pembahasan, bisa di tambah gambar agar lebih menarik, dan juga sebaiknya gunakan penomoran berurut untuk menentukan bagian pada tugas yang akan di upload, contohnya (Mind map, quiz dan lainnya) ". Terima kasih....

    BalasHapus
  2. kami dari kelompok 8 izin memberikan saran kepada kelompok penyaji, kalau bisa untukk materi dan blog nya jangan terlalu polos,lebih baiknya di tambah kan gambar atau elemen elemen lain. terimakasih

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Saya perwakilan kelompok 6 izin memberikan saran kepada kelompok 3 yaitu pada penjelasan materi sebaiknya disertakan gambar agar menarik bagi pembacanya, kemudian sebaiknya awal paragraf itu di jorokkan ke dalam, sekian terima kasih.

    BalasHapus
  5. saya perwakilan kelompok 7 izin memberikan saran sebaiknya tema blognya lebih terang lagi

    BalasHapus
  6. Saya perwakilan kelompok 1 izin memberikan saran kepada kelompok 3, pada bagian penjelasan materi agak panjang dan terasa padat, mungkin bisa dipertimbangkan untuk memecahnya jadi beberapa paragraf yang lebih pendek, sekian terimakasih

    BalasHapus

Posting Komentar